Showing posts with label Cerita Jiwa. Show all posts
Showing posts with label Cerita Jiwa. Show all posts

Monday, February 01, 2016

Cuba

Orang kata,
Kalau mau kisah kau terabadi selamanya
Cuit hati penulis nukilan rasa
Walau tak bernama kau di lembaran kata
Dari gaya ungkapancerita
Pasti kau dapat meneka
Puisi itu untuk siapa
Kalau tak percaya
Kalau tak takut terasa
Cuba!

Friday, January 03, 2014

Lagi???

Saat Ini
Hari hampir berganti
Tapi
Mata dan hati
Masih ligat mencari
Entah apa lagi
Entah kenapa lagi
Entah kurangnya di mana lagi

Tilam sudah aku bentang
Badan sudah aku regang
Niat sudah aku pasang
Apa lagi yang kurang

Pejamlah wahai mata
Aku tahu kau sudah tak daya terbuka
Tabahlah wahai hati
Aku tahu kau sedang merana
Entah kenapa
Entah untuk apa
Entah kerana siapa

Pejamlah
Rehatlah
Esok- esok masih ada lagi
Esok- esok masih banyak lagi
Eh...
Esok ada lagi ke?
Dah la
Nanti la fikir lagi



Sunday, September 22, 2013

Selalu Milikmu


Ku mencintaimu sepenuh hatiku
Memilikimu anugerah untukku
Meskipun ku tahu
Tak pernah kau menjadi milikku

Mencintaimu sepenuh jiwaku
Memiliku bahagia untukku
Namun kau tak tahu
Hatiku hanyalah untukmu

Meskipun kita berbeda
Namun ku ingin kau mengerti bahwa
Sebenarnya ku tak pernah mampu
Jauh darimu

Meskipun kita berbeda
Namun ku ingin kau mengerti bahwa
Sebenarnya ku tak pernah mampu
Jauh darimu

Ku mencintaimu sepenuh hatiku
Memiliku bahagia untukku
Namun kau tak tahu
Hatiku hanyalah untukmu

Akankah kita akan bersatu
Jalani cinta ini

Meskipun kita berbeda
Namun ku ingin kau mengerti bahwa
Sebenarnya ku tak pernah mampu
Jauh darimu

Meskipun kita berbeda
Namun ku ingin kau mengerti bahwa
Sebenarnya ku tak pernah mampu
Jauh darimu



Nice song... (^_^)



Wednesday, September 18, 2013

Takkan Terpisah



Andainya kau tahu
Apa yang ada di dalam hatiku
Tersimpan takkan pernah berubah

Andainya kau tahu
Apa maksudku lafazkan cintaku padamu
Dengan cara yang berbeda
Uh mengapa seharusnya kita masih bersengketa

Demi cintaku demi cintamu jangan biarku terseksa
Hembus nafasku hembus nafasmu adalah udara yang sama
Kerna cintaku kerna cintamu sememangnya satu cinta
Takkan terpisah
Takkan terpisah

Andai ku tak mampu
Leraikan semua kekusutan yang melanda percintaan kita
Mungkin ini semua
Tetap menjadi satu pertanyaan selagi hati belum ada kepastian
Uh mengapa seharusnya kita masih bersengketa

Demi cintaku
Demi cintamu

Andainya kau tahu
Apa yang ada di dalam hatiku


Last weekend, aku ade chat with my bff dari zaman kecik aku. She shared her experience with her husband selama 5 tahun diorang be husband and wife. She said, dalam relation ni kena banyak berkorban termasuk kepentingan diri sendiri. Kena banyak bertolak ansur, kalau tak relation tu mesti hancur. Agree with her. 

Saturday, August 17, 2013

Laman Yang Aku Rindu

Melintas di laman ini
Laman yang tidak asing bagi aku
Tapi untuk kali ini
Semuanya nampak berbeza
Kenapa?
Apa kerna masa
Apa kerna usia
Apa kerna hati yang kecewa
Atau kerna aku sudah cacat semua

Aku rindu
Sungguh aku rindu
Laman itu
Laman yang penuh dengan tenang
Walau banyak yang kurang
Laman yang penuh dengan bahagia
Walau tak sempurna
Laman yang penuh dengan ceria
Walau serba tak ada
Laman yang penuh dengan cerita
Walau tak semua indah belaka
Laman itu yang maha tenang
Laman syurga dunia yang aku tumpang
Laman itu yang melihat aku susah dan senang

Tapi
Laman itu sudah tak seindah dulu
Sudah tak semeriah dahulu

Semakin usia meningkat
Semakin kita ligat
Semakin 'masa' mendekat
Semakin kita jauh dari taubat
Dan kerna itu
Kini laman itu
Sudah kelat
Sudah hitam pekat

Laman itu laman yang aku rindu



Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Friday, April 05, 2013

Hati Tua Itu

Di balik deruan rindu yang menerpa
Ada wajah biasa yang penuh cinta
Di balik senyum di setiap senda
Terselit riak luka penuh kecewa

Sudah puas aku hantarkan bahu aku
Sudah puas aku pinjamkan telinga aku
Sudah puas aku bisikan kata azimatku

Namun aku tahu
Di setiap pelusuk hati tua itu
Dia masih merindu
Merindu kekasihnya yang itu




Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Aku Tak Minta

Aku tak minta kata aku di sanjung
Aku tak minta perbuatan aku di junjung
Aku cuma minta kasih sekalung
Buat melangkah sampai ke hujung

Aku tak minta berlian bergunung
Aku tak minta emas bergelung
Aku cuma minta ikhlas sekarung
Buat aku tak merasa kosong

Aku dan kau mungkin tak sama
Tapi tak semestinya kita berbeza
Aku ada cara aku melihat dunia
Aku tak minta kau faham aku semua
Cuma aku mau kita hormati sesama
Mesti aman satu semesta
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Sunday, January 20, 2013

Tentang Seseorang

Kau berbicara seolah
Kau tak pernah salah
Kau mencanang cerita orang
Seperti kau bukan manusia jalang
Tapi hakikatnya
Sedih...

Cuma aku dan insan-insan terdekat
Tau akan semua hakikat

Di mata orang
Mungkin kau manusia agung
Di mata orang
Mungkin kau pendekar terulung

Tapi...
Di mata aku
Kau tak cuma seorang pembohong
Di mata aku
Kau cuma manusia tak tau di untung

Dulu
Kau manusia yang aku anggap idola
Kau manusia yang aku rujuk segala benda
Kau manusia yang aku anggap bidadari syurga

Tapi...
Itu dulu
Masa telah mengubah apa adanya kau
Kau kini riak dengan hidup kau
Kau lupa tanggungjawab kau
Kau lupa siapa diri kau
Kau lupa manusia yang dulu di sekeliling kau

Kalau aku di berikan peluang
Bertanya kau satu soalan
Kenapa kau sekarang lupa daratan???



Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Tuesday, January 08, 2013

Apa Yang Mereka Mau?

Kesian kamu wahai hati
Kerna tak ada yang peduli

Kesian kamu wahai jiwa
Kerna selalu di kecewa

Mereke cuma meminta untuk di mengerti
Tapi mereka tak pernah memahami

Mereka mau berkongsi duka
Tapi mereka tak mahu kita terlebih jaga

Apa yang mereka mau ya hati?
Apa yang mereka mau ya jiwa?
Apa yang mereka mau?




Aku Rindu

Aku rindu
Sumpah aku rindu
Aku rindu melepaskan lelah mengadap laut
Membiarkan pipi aku di sentuh lembut dek hembusan bayu
Merenung dan melepaskan pandangan ke laut yang tak bertepi
Mendengar desir ombak yang bisa melalaikan jiwa
Melihat air yang memukul pantai yang mendamaikan
Menghirup udara segar bebaur masin
Tenang...
Ya...
Aku rindu...
Aku rindu mau rasa yang tenang itu lagi
Aku penat dengan semua serabut yang ada
Aku lelah
Aku rimas





Monday, December 31, 2012

Abah

Di akhir kali berbicara dengan abah di telefon
Abah bertanya
"Sampai bila Along? sampai bila? "
Aku diam
Lalu abah bertanya lagi
"Apa along tak sunyi bersendiri?
Tak ada tempat mau bermanja
Tak ada tempat berkongsi cerita."
Aku diam sebentar dan cuma bisa menjawab
Along tak apa- apa
Along sudah biasa
Selama tanpa dia
Along sudah biasa hidup tak mengharapkan sesiapa atau apa-apa
Cukup Along ada abah dan adik- adik.
Abah pun tau kan?
Abah diam sebentar kemudian kami menukar bicara
Hal- hal lain sekadar penghibur lara
Hati aku dan hati dia

Maafkan Along ya Abah
Along dah tak boleh
Kalau Abah risau Along sunyi
Kalau Abah risau Along sendiri
Kalau Abah risau Along tak ada yang temani
Along cuma boleh cakap
Abah jangan risau ya
Along tak sunyi
Along tak sendiri
Along ada abah, adik-adik
Along ada iffat
Terima kasih ya Abah kerana masih peduli
Along sayang Abah.




Sunday, December 30, 2012

Mana?

Aku mengatur langkah
Di setiap detik jantung berdegup
Aku mulai resah
Tentang esok yang aku tak tau penyudah
Aku biarkan titis-titis air mata ini
Terus menemani langkah aku yang makin lemah longlai
Menanti saat untuk rebah
Mana jiwa kuat yang sudi memegang aku
Mana hati hebat yang bisa menuntun aku
Mana???
Saat ini aku masih merasa sendiri
Tersudut di ruangan yang mati
Dan cuma bisa mengeluh rasa hati





Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Monday, November 12, 2012

Awak

Awak...
Kalau saya mati dulu
Awak akan ingat saya tak?

Awak...
Kalau saya pergi dulu
Awak akan lupa saya tak?

Awak...
Kalau Dia jemput saya dulu
Awak redho tak?

Awak...
Kalau sesuatu terjadi pada saya
Awak sedih tak?

Awak...
Kalau esok saya sudah tak ade
Awak nangis tak?



Saturday, November 10, 2012

Aku Tertanya... Kenapa?

Aku tertanya...
Pada denting saat berlalu
Kapan lagi masa untuk kita
Dia diam membisu
Kenapa?

Aku tertanya...
Pada secebis ruang waktu
Masih punyakah detik buat kita
Dia bungkam berlalu
Kenapa?

Aku tertanya...
Pada setiap mula di hari baru
Adakah esok tetap milik kita
Dia menunduk terkaku
Kenapa?

Aku tertanya...
Kenapa?




Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Sunday, November 04, 2012

Biar...

Biar...
Masa menentu segala
Cerita terhurai semua
Tanpa aku membuka kata

Biar...
Aku diamkan kebenaran
Melihat fitnah disebarkan
Mendengar aku di burukkan

Biar...
Sampai nanti satu ketika
Tanpa aku buktikan apa-apa
Mereka lihat siapa yang berdusta

Aku penat helah manusia
Aku lelah mendengar cerita yang ditambah perisa
Aku sudah tak kuat melawan mulut keji manusia

Biar aku mengalah
Biar aku dipersalah
Biar mereka gembira
Biar mereka tertawa
Tak apa
Mungkin esok
Mungkin lusa
Semua bisa terlihatkan
Apa yang selayaknya
Tak perlu pergaduhan
Tak perlu petengkaran
Kerna aku masih percaya
Adanya hukum Tuhan



Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Friday, November 02, 2012

Mereka Bilang...

Mereka bilang
Aku tak punya apa-apa
Mereka bilang
Aku cuma manusia biasa
Mereka bilang
Aku ini insan hina

Kalau benar aku tak punya apa-apa
Jadi di sekeliling aku itu apa?
Khayalan aku?
Atau mereka buta?

Kalau benar aku cuma manusia biasa
Jadi kenapa aku di turunkan ke dunia?
Tak ada tugas aku?
Atau mereka mahu bolot semua?

Kalau benar aku ini insan hina
Kenapa cerita aku yang di jaja?
Buruk aku?
Atau kekurangan mereka?

Maaf ya kawan...
Aku tak peduli apa yang kamu bilang
Dan aku tak peduli apa yang aku kurang
Yang aku tau

Walau aku tak punya apa-apa
Tapi aku tak pernah mengemis meminta ihsan walau seperca

Walau aku manusia biasa
Tapi aku tak pernah memandang yang lain tak ada harga

Walau aku ini insan hina
Tapi aku tak pernah mengeji manusia yang tak berdaya

Aku cuma aku
Menumpang satu sisi di sudut dunia
Untuk esok
Bukan untuk hari ini semata
Maafkan aku
Kalau hadir aku tak disenangi semua
Aku tak meminta lebih
Cukup sekadar biarkan aku tenang hingga sampai aku di jemput Dia







Wednesday, August 15, 2012

Aku...

Menjadi aku itu sebenarnya tak mudah tapi bukan pula menyusahkan.
Cuma kadang- kadang aku sendiri penat bila selalu di bayangi kisah silam yang merantai jiwa yang membuat aku begitu takut melangkah lebih jauh.

Jiwa aku, pada pandangan umum cukup kental
Tapi tanpa mereka tahu aku sebenarnya terlalu fragile.
Semangat aku, pada pandangan mereka tak pernah luntur
Tapi tanpa mereka sedar aku sering menangis sendiri menahan pedih luka semalam.

Bukan aku melindung siapa diri aku dari pandangan orang
Aku cuma tak mau ada yang khuatiri keadaan aku, hati aku...
Aku tak mau yang menghampiri itu hanya kerana rasa simpati
Aku tak mau yang datang itu cuma mau mengambil kesempatan ke atas diri ini

Walau telah aku siapkan perisai sekeras keluli
Kerana aku tak tega biarkan aku terus di buli
Walau telah aku siapkan cengkerang yang tak lut dek parang
Kerana aku tak mau di jadikan hanya sekadar hiasan di mata orang
Walau telah aku siapkan ilmu di dada buat bekalan beradu minda
Kerana aku tak mau tersalah hujah bila bicara
Tapi hakikatnya aku itu masih seorang perempuan
Yang masih punya banyak lemahnya
Yang masih memerlukan insan lain untuk aku menumpang kasih
Yang masih mau langkah-langkah aku di temani

Kerana aku cuma aku
Yang tak mampu sempurnakan dunia
Kalau aku sendiri selamanya

Friday, December 02, 2011

Redho VS Pasrah

Kita selalu ucapkan kita redho dengan segala ketentuan.
Tapi benarkah???
Benarkah kita REDHO atau sebenarnya kita cuma PASRAH???
Kita pasrah dengan segala ketentuan.

REDHO, bila hati ikhlas menerima
PASRAH, bila hanya mampu menyerah
Aku percaya kebanyakan kita cuma PASRAH even di mulut melafazkan REDHO.

* Idea asal: Ombak Rindu*



Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Wednesday, November 16, 2011

Kita Tunggu Saja

Dek kerana teguran yang kau tak mampu dengar
Dek kerana kenyataan yang kau tak mampu terima
Lalu kau senyum dengan bongkak
Dan terus engkau menyalak
Dengan harapan suara kau di dengar
Oleh mereka yang pekak
Menilai cerita dari sebelah pihak
Dan kemudian sibuk menembak
Habis peluru nanti mesti tersedak
Tunggu ja masa tu, aku nak gelak



Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Apa Lagi?

Aku rasa aku dah ikhlas lepaskan kau
Tapi kenapa aku masih dipersalahkan di setiap wujudnya kau dalam hidup aku selepas itu?

Aku rasa aku dah ikhlas maafkan kau
Tapi kenapa kau masih menurut jejak menagih simpati aku untuk terus wujud di masa depan aku?

Aku rasa aku dah ikhlaskan apa saja dengan kau
Dengan harapan kau sudah tak punya alasan untuk terus membayangi setiap langkah aku

Kenapa kau masih mencari?
Tak cukupkah dia untuk kau?
Atau apa lagi?




Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone